Jumat, 22 Juni 2012

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI YANG MELENAKAN ANAK-ANAK

Kurang berminatnya anak-anak usia sekolah terhadap masalah diluar pribadinya, membuat hati para orang tua merasa was-was akan tumbuh kembang anak-anaknya.
Hal ini terjadi karena semakin gencarnya kemajuan teknologi yang berkembang pesat di dunia ini.
Di satu sisi kemajuan teknologi menguntungkan bagi mereka-mereka yang memang sangat memerlukan untuk
kemajuan aktifitasnya dan di sisi lain membuat orang-orang terlena dengan keberadaannya.
Salah satu yang dapat membuat aktifitas anak-anak semakin jauh dari hal-hal yang bersifat tradisional dan bersifat sosial adalah hadirnya alat-alat elektronik di tengah-tengah kita yang sangat melenakan minat anak-anak. Ya.. memang pada dasarnya sifat anak-anak itu suka permainan, jadi dengan datangnya teknologi tersebut disambut dengan antusias dan bahkan pada sebagian masyarakat ada yang berlomba-lomba memanfaatkan peluang itu.Kita para orang tua tidak bisa mencegah dengan hadirnya teknologi di keluarga kita,tetapi pengawasan terhadap tingkah laku anak-anak kita harus lebih ditingkatkan.
Dan juga pembinaan akhlaq dan moral anak-anak kita dengan pendidikan agama sangat diharuskan.
Apalah jadinya generasi muda kita tanpa adanya peran agama di lingkungannya, mereka bisa berbuat bebas sekehendak hatinya tanpa ada rambu-rambu dari agama.
Salah satu pembinaan lewat jalur agama bagi  kaum muslim adalah dengan dibangkitkannya kembali pengajian-pengajian rutin bagi remaja khususnya dan pengajian rutin bagi masyarakat umum di lingkungannya.Bagi para remaja dengan diadakan silaturahmi lewat pengajian diharapkan ada pencerahan bahwa ketergantungan pada sesuatu, dalam hal ini permainan lewat alat elektronik seperti : Hand phone,Komputer, Internet dan Play Station akan sangat merugikan diri sendiri dan keluarga.
Kenapa dikatakan merugikan, karena :
1.Kesempatan untuk beribadah  berkurang , bahkan sering terlewatkan.
2.Kesempatan untuk belajar sangat sedikit.
3.Kesempatan untuk bersilaturahmi tidak ada.
4.Kesempatan untuk membantu orang tua tidak ada, dan masih banyak kesempatan lainnya yang terlewat
   begitu saja.
Kita sebagai orang tua akan sangat merasa bahagia, seandainya kegiatan pengajian remaja dibangkitkan
kembali di seluruh pelosok tanah air.Marilah kita para orang tua berusaha sekuat tenaga untuk membentengi moral anak-anak kita dari pengaruh negatif teknologi tersebut.